What's new

KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA

#1
Senin, 25 Juli 2016

Kasihilah Sesamamu Manusia

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Lukas 10.:27).

Bacalah Lukas 10:25-37. Apakah pekabaran yang diberikan di sini kepada kita berkaitan kepada seluruh pertanyaan menolong orang yang membutuhkan?
____________________________________________________________________________________
Ahli Taurat mengerti bahwa seluruh hukum bermuara pada mengasihi Allah dengan semua yang Anda miliki dan mengasihi sesamamu sebagaimana dirimu sendiri. Pertanyaan yang masih harus dijawab adalah "siapakah sesamaku manusia?"

Mengingat bahwa pemikiran yang berlaku pada zaman Kristus adalah mendukung diri milik mereka sendiri sebagai sesama dan mengasingkan orang lain sebagai orang luar, para ahli Taurat ini berusaha mendorong Yesus menjelaskan masalah ini. Perumpamaan yang Yesus sampaikan memperlihatkan perspektif yang sama sekali berbeda. Sesama kita adalah siapa pun yang kita temui yang membutuhkan. Menjadi sesama adalah memenuhi kebutuhan sesama. Imam dan orang Lewi lebih takut diri mereka dikotori dan melindungi tugas saleh mereka dari kontaminasi. Satu cara yang nyaman untuk menggunakan agama mereka sebagai alasan untuk tidak harus mati bagi diri sendiri demi membantu seseorang yang, kemungkinan besar, tidak bisa membayarnya kembali.

Sebaliknya, orang Samaria melihat "orang luar" yang terluka ini dan "musuh" sebagai sesamanya, penuh belas kasihan memenuhi kebutuhannya ketimbang kebutuhan dirinya sendiri. Intinya adalah bahwa ketimbang menanyakan "siapakah sesamaku manusia?" kita perlu menanyakan, "siapa yang akan menjadi sesama bagi yang tertindas dan tertekan?" Tidak peduli siapa orangnya: Orang yang membutuhkan adalah orang yang harus kita bantu- titik.

"Tidak ada perbedaan karena kebangsaan, ras, kasta, yang diakui Allah. Dia adalah Pencipta seluruh umat manusia. Seluruh manusia adalah satu keluarga melalui penciptaan, dan semuanya adalah satu melalui penebusan. Kristus datang untuk nienghancurkan setiap dinding pemisah, membuka untuk semua setiap bilik dalam Bait Suci, sehingga setiap jiwa boleh memiliki jalan masuk dengan bebas kepada Allah. Kasih-Nya begitu luas, begitu dalam, begitu penuh, sehingga menembus ke mana-mana."--Ellen G. White, Christ's Object Lessons, hlm. 386.

Prasangka apakah yang mungkin menghalangi Anda dari menjadi sesama sebagaimana yang seharusnya?
__________________________________________
 

Top