What's new

PENTINGKAH MORALITAS?

#1
PENTINGKAH MORALITAS?



“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaaan Sorga.” Matius 5:20.
Thesis 6: Kebenaran akan membuat engkau bermoral, tetapi moralitas tidak akan membuat engkau menjadi benar
Tuhan tidak menyalahkan moralitas. Dia bukan menempelak Jemaat Laodekia dalam Wahyu 3 oleh sebab moralitas mereka. Tuhan menempelak mereka oleh sebab mereka coba menggantikan kebenaran dengan moralitas.
Buah-buahan dari plastic mungkin kelihatan cantik untuk dipandang, namun kita tidak bisa memakannya sebab itu dibuat dari plastik. Tuhan tidak menentang moralitas. Jikalau Anda mempunyai moralitias yang tinggi, maka Anda tidak akan masuk penjara, dan tetap mempunyai pekerjaan yang baik. Namun keagamaan bukanlah masalah moralitas saja. Orang-orang jaman Yesus kelihatan memiliki moralitas yang tinggi. Mereka berdoa dan berpuasa untuk dilihat oleh orang lain. Namun mereka menjauhkan diri dari kebenaran.
Sementara kita tidak bisa melalaikan moralitas, namun kita patut mengerti dengan sebenarnya bahwa moralitas adalah hasil dari kebenaran, bukan yang menyebabkan kita menjadi benar. Setiap orang Kristen sejati akan mempunyai moralitas yang tinggi. Dalam mencari akan kebenaran sejati, kita tidak perlu kuatir bahwa moralitas akan ditinggalkan. Seorang bisa memiliki kebaikan dari luar saja, namun tidak dari dalam hatinya. Akan tetapi mereka yang baik dari dalam hati sebab memiliki kebenaran, akan otomatis menghasilkan kebenaran di luar. Hati yang berubah akan menghasilkan tindakan yang berubah. Jadi jelaslah kebenaran yang diimiliki akan senantiasa menghasilkan moralitas. “bila kita berada di dalam Kristus, Kasih Allah itu akan tinggal di dalam kita, maka perasaan, pikiran, tujuan hidup, emosi kita, akan seirama dengan kehendak Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Hukum Allah.” Step to Christ, hal. 61.
Tuhan mengundang kita untuk menerima kebenaran Kristus, yang siap diberikanNya kepada semua yang datang kepadaNya. Maukah Anda menerimanya sehingga dapat memiliki moralitas yang memuliakan nama Allah?
 
#2
PENTINGKAH MORALITAS?



“Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaaan Sorga.” Matius 5:20.
Thesis 6: Kebenaran akan membuat engkau bermoral, tetapi moralitas tidak akan membuat engkau menjadi benar
Tuhan tidak menyalahkan moralitas. Dia bukan menempelak Jemaat Laodekia dalam Wahyu 3 oleh sebab moralitas mereka. Tuhan menempelak mereka oleh sebab mereka coba menggantikan kebenaran dengan moralitas.
Buah-buahan dari plastic mungkin kelihatan cantik untuk dipandang, namun kita tidak bisa memakannya sebab itu dibuat dari plastik. Tuhan tidak menentang moralitas. Jikalau Anda mempunyai moralitias yang tinggi, maka Anda tidak akan masuk penjara, dan tetap mempunyai pekerjaan yang baik. Namun keagamaan bukanlah masalah moralitas saja. Orang-orang jaman Yesus kelihatan memiliki moralitas yang tinggi. Mereka berdoa dan berpuasa untuk dilihat oleh orang lain. Namun mereka menjauhkan diri dari kebenaran.
Sementara kita tidak bisa melalaikan moralitas, namun kita patut mengerti dengan sebenarnya bahwa moralitas adalah hasil dari kebenaran, bukan yang menyebabkan kita menjadi benar. Setiap orang Kristen sejati akan mempunyai moralitas yang tinggi. Dalam mencari akan kebenaran sejati, kita tidak perlu kuatir bahwa moralitas akan ditinggalkan. Seorang bisa memiliki kebaikan dari luar saja, namun tidak dari dalam hatinya. Akan tetapi mereka yang baik dari dalam hati sebab memiliki kebenaran, akan otomatis menghasilkan kebenaran di luar. Hati yang berubah akan menghasilkan tindakan yang berubah. Jadi jelaslah kebenaran yang diimiliki akan senantiasa menghasilkan moralitas. “bila kita berada di dalam Kristus, Kasih Allah itu akan tinggal di dalam kita, maka perasaan, pikiran, tujuan hidup, emosi kita, akan seirama dengan kehendak Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Hukum Allah.” Step to Christ, hal. 61.
Tuhan mengundang kita untuk menerima kebenaran Kristus, yang siap diberikanNya kepada semua yang datang kepadaNya. Maukah Anda menerimanya sehingga dapat memiliki moralitas yang memuliakan nama Allah?
MENGHINDARKAN KEMUNAFIKAN
“Demikian jugalah kamu, disebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” Matius 23:28.
Thesis 5: Melakukan yang benar dengan tidak melakukan yang salah bukanlah berarti telah melakukan yang benar. Menjadi baik dengan tidak melakukan yang jahat bukanlah berarti telah menjadi orang yang baik.
Apakah thesis ini membingungkan? Mari kita pikirkan hal ini dengan sebaik-baiknya. Jika Anda tidak melakukan sesuatu perkara yang jelek, apakah Anda adalah orang yang baik? Tidak! Tetapi ini bukan berarti jikalau Anda tidak melakukan perkara yang jelek, berarti Anda telah melakukan hal yang benar. Apa yang kelihatan benar ialah bahwa Anda melakukan hal yang benar dari luar, tetapi keadaan dalam diri Anda adalah buruk. Ingatkah Anda akan orang-orang Parisi? Apakah mereka benar atau salah? Yesus justru menempelak mereka dan berkata, “celakalah kamu . .
Yang Yesus maksudkan ialah bahwa agama orang Parisi itu tidak cukup untuk membawakan mereka kepada hidup yang kekal. Bahkan Yesus berkata, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk kedalam Kerajaan Sorga.” Matius 5:20. Artinya bagaimanapun bagusnya perbuatan seseorang, itu tidak cukup menjamin seorang itu untuk masuk dalam kerajaan Sorga.
Mungkin saja banyak orang yang datang ke gereja adalah orang-orang yang menyatakan pentingnya untuk kelihatan baik dari luar, sedangkan hal ini tidak akan pernah menyelamatkan kita untuk masuk dalam kerajaan surga. Yang dibutuhkan ialah persekutuan erat dengan Yesus; sebab hanyalah Yesus yang dapat menyelamatkan kita. Marilah kita selalu ingat bahwa hanyalah kehadiran Yesus dalam hidup kita yang akan menyebabkan kita itu baik dari dalam dan dari luar. Jadi bukan oleh sebab usaha manusia untuk jadi baik, melainkan adanya kehadiran Yesus yang membenarkan kita.
Kita sungguh patut menjauhkan sifat kemunafikan yang hanya kelihatan benar dari luar saja tetapi dari dalam tidaklah demikian. Semoga kita senantiasa mengundang Yesus dalam hidup kita; sehingga kita dapat selalu jadi orang yg baik dari luar maupun dari dalam.
 

Top