What's new

PERANG YANG KELIHATAN DAN YANG TIDAK KELIHATAN-PELAJARAN 5, *23 - 29 April

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#1


Tentu dengan membaca judul pelajaran Sekolah Sabat kali ini; kita akan selalu berkonotasi bahwa ini adalah perang antara kebenaran dan kejahatan, perang antara Tuhan dan Setan. Saya percaya sesuai dengan pelajaran Sekolah Sabat kita, bahwa walaupun perang sampai saat ini masih terjadi antara Tuhan dan Setan untuk memperebutkan hati ataupun kepercayaan dari setiap manusia. Namun bagi kita umat percaya, SALIB YESUS adalah keselematan dan kemenangan yang sudah dipastikan. Setelah salib, tidak ada pertanyaan lagi mengenai siapa yang akan memenangkan perebutan ini. Pergerakan setan, benar-benar, adalah pergerakan yang telah kalah. [1] Bahkan ayat-ayat dalam Ibrani 2:14; 1 Kor. 15:20-27; Wahyu 12:12; 20:10—memberikan satu gambaran kepastian bahwa umat-umat Tuhan sudah pasti menang! Sebagaimana setan telah kalah perang di surga, dia juga telah kalah perang di bumi. Namun setan tidak tinggal diam 1 Petrus 5:8 mengatakan : Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.— 1 Petrus 5:8

Setan sudah kalah, namun ia berusaha untuk dapat memangsa manusia—agar ikut serta didalam kekalahannya yang mengerikan! Setan tidak pernah mau manusia mendapatkan kemenangan, keselamatan dan hidup yang kekal. Setan ingin agar nasib umat manusia, sama seperti dia—mati dan mendertia kekalahan!

Menanggapi persoalan perang antara kebenaran dan kejahatan yang tentunya tidak jarang terjadi didalam hati kita atau tepatnya pikiran kita dan tidak jarang itu membuat kebimbangan dihati kita. Apakah benar-benar Yesus Si Pemenang itu? Atau bagaimana? Seperti Yohanes pembaptis, ia yang membaptis Yesus, ia adalah sepupu Yesus juga, [2] Yohanes yang melihat bagaimana peristiwa supra alami ketika Yesus dibaptis. Saat ini dalam Matius 11:1-12 sedang dipenjara dan tentu saja ia meghadapi keragu-raguan perihal Yesus sebagai Juru Selamat ataupun Pemenang.

Matius 11:2-3 menyebutkan demikian “Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

Mungkin ini adalah hal yang tidak lumrah bagi sebagian orang, tetapi bagi saya pribadi, ini adalah hal yang cukup wajar. Sekalipun orang sekaliber Yohanes pembaptis pernah merasakan kebimbangan dalam hati, pertimbangan, pertikaian ataupun pergumulan didalam hatinya—peperangan! Namun Yesus memberikan satu kepastian kepada Yohanes seperti yang tetap Yesus lakukan kepada kita saat ini melalui Roh Kudus.

Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.— Matius 11:4-5
Saya percaya Yohanes pembaptis dikuatkan dengan jawaban dari Yesus! Sebagaimana kita saat ini yang percaya pada Yesus, melalui tulisan-tulisan di Alkitab yang menuliskan mengenai kehidupan, pelayanan, kematian, dan kebangkitan serta janji-jani pasti yang diberikan oleh Yesus. Itu semua telah memberikan kepada kita satu kepastian yang dapat menghancurkan dinding keragu-raguan kita!—untuk percaya kepada Yesus sebagai juru selamat umat manusia. Ditambah lagi dengan pengalaman hidup kita masing-masing; saya percaya jika kita dengan jujur melihat kebelakang dan belajar dari masa lalu, kita tidak akan pernah ragu atas tuntunan Yesus dalam hidup kita.

Titik tumpu pelajaran Sekolah Sabat kita untuk pertentangan atau perang yang terjadi sebagian besar diambil dari ayat berikut ini:

Matius 11:11-12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.Tentu tidak mudah untuk mengkaji ayat diatas, khususnya yang saya tandai dengan warna hijau, seperti yang Ellen White nyatakan bahwa kesulitan didalam mengkaji ayat-ayat Alkitab “terletak semata-mata di dalam kelemahan dan kepicikan pikiran manusia. Tuhan Allah telah memberikan kepada kita di dalam Kitab Suci bukti yang cukup dari hal sifat-sifat ilahi firman itu, maka kitapun tidaklah patut meragukan firman-Nya hanya karena kita tidak dapat memahami semua rahasia takdir-Nya”— Kebahagian Sejati, hlm. 91[3]

Dalam pelajaran Sekolah Sabat kita, ayat diatas, sesuai dengan bahasa aslinya dapat dikaji dan dijelaskan sebagai berikut ini:

“Kerajaan surga maju secara terpaksa oleh kekuatan suci dan energy luar biasa yang telah mendesak mundur perbatasan kegelapan” dan ketika hal ini terjadi, “orang jahat atau serakah telah berusaha merampasnya.”—D.A. Carson, The Expositor's Bible Commentary With the New International Version: Matthe, (Grand Rapids; Zondrvan, 1995), hlm. 266, 267.[4]

Artinya bagi saya pribadi, bahwa memang kekuasaan kemenangan kerajaan surga itu atas kuasa supra alami, energy yang luar biasa—saya percaya itu kuasa Tuhan. Namun tidak berhenti disitu saja! Ketika wilayah kekuasaan kegelapan itu terdesak, maka orang-orang jahat, setan dan para pengikutnya tidak tinggal diam. Mereka tetap berusaha merampasnya—mengklaim bahwa itu adalah milik mereka! Seperti ayat berikut ini:

Yohanes 12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar.

Setan selalu berusaha mengatakan dan menipu dunia, bahwa ia adalah penguasa dunia. Ingat pencobaan dipadang gurun, ia mengatakan pada Yesus ketika pencobaan yang ketiga dilontarkan. Jika Yesus mau memiliki segala yang ada didalam dunia ini. cukup dengan menyembah dia—setan itu sendiri. Namun tidak demikian, Penyembahan hanya kita lakukan kepada Allah! Yohanes 12:31 dan Matius 11:12 memberikan penegasan bahwa walaupun tetap ada perlawanan dari sijahat! Sudah dipastikan bahwa setan tidak akan menang, setan akan dilempar keluar!

Anda dapat membaca ayat-ayat berikut ini : Matius 12:25-29, Yesaya 27:1, 1 Yohanes 5:19-20, Roma 16:20, Kejadian 3:14-19, Efesus 2:2, Efesus 6:10-13 dan banyak lagi ayat-ayat dalam Kitab perjanjian lama dan baru yang memberikan penjelasan kepada kita bahwa pertempuran antara setan dan Tuhan sudah dan sementara terjadi! Tapi jangan lupa bahwa kepastian kemenangan hanya ada dipihak Tuhan; melalui Yesus Kristus, tidak ada jalan lain ataupun yang lain[5] ,—hanya Dia yang memberikan keselamatan dan kemenangan bagi yang percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai juru selamat kita!
Tuhan memberkati

[1] Pelajaran Sekolah Sabat, Buku Matius, hari kamis 28 April 2016, hlm. 58
[2] Hari Rabu 27 April 2016, hlm. 57
[3] Pelajaran Sekolah Sabat, Buku Matius, hari minggu 24 April 2016, hlm. 54
[4] Hari Senin 25 April 2016, hlm. 55
[5] Filipi 2:8-11, Yohanes 14:6, Yohanes 17:3
 

Attachments

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#2
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Sabtu, 23 April 2016

PERANG YANG KELIHATAN

DAN YANG TIDAK KELIHATAN

SABAT PETANG

BACALAH UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: MATIUS 11:11,12; WAHYU 5:5; MATIUS 12:25-29; YESAYA 27:1; MATIUS 11:1-12; IBRANI 2:14.

Ayat Hafalan: "Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya" (Matius 11:12).

Setiap hari kita membuat pilihan-pilihan penting berkaitan dengan gaya hidup, hubungan-hubungan, karier, prioritas, hiburan, dan teman-teman. Untuk benar-benar memahami pentingnya pilihan-pilihan ini, kita perlu memastikan bahwa kita mengerti mengenai apa sebenarnya pilihan-pilihan itu. Kita perlu untuk menyingkapkan tirai dan melihat yang terselubung, karena Alkitab mengajarkan bahwa ada realitas yang tidak kelihatan yang sangat memengaruhi apa yang kita lihat.

Hidup di era ilmu pengetahuan, kita seharusnya tidak terlalu sulit untuk percaya pada realitas yang tak kelihatan. Kita yang memahami mengenai sinar x, gelombang radio, dan komunikasi nirkabel harusnya dengan mudah percaya pada apa yang tidak dapat kita lihat. Dengan setiap panggilan telepon seluler yang kita buat atau terima, atau dengan setiap komunikasi satelit yang kita tonton, kita melakukannya dengan asumsi bahwa realitas yang tidak kelihatan yang membuat hal-hal yang kelihatan (dan kedengaran) ini menjadi nyata.

Tentunya, pertentangan besar antara Kristus'dan Setan membentuk latar belakang yang tidak kelihatan bagi dunia yang kelihatan yang kita alami setiap hari. Pekan ini kita akan membahas ayat-ayat dari Kitab Matius (dan dari sumber lain) yang membantu mengungkapkan kekuatan-kekuatan gaib dan bagaimana kekuatan itu memengaruhi kehidupan, dan pilihan-pilihan kita, di sini.

*Pelajarilah pelajaran pekan ini sebagai persiapan untuk Sabat, 30 April.
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#3
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Minggu, 24 April 2016

Matius 11:11, 12

Alkitab adalah Firman Allah, dan di dalamnya rencana keselamatan diperjelas. Namun, beberapa ayat mungkin sulit dipahami. Meskipun demikian, hal ini seharusnya tidaklah mengejutkan. Setidaknya, dalam setiap aspek kehidupan alami kita menemukan hal-hal yang sulit dimengerti. Betapa lebih banyak lagi hal yang demikian dalam bagian-bagian Firman Allah, yang mengungkapkan kepada kita kebenaran dan realitas rohani dan adikodrati?

Ellen G. White mengungkapkan konsep ini dengan begitu jelas: "Bentuk-bentuk kehidupan yang paling rendah sekalipun merupakan satu persoalan yang para ahli filsafat pun tidak mampu menerangkannya. Di mana-mana terdapat keajaiban-keajaiban yang di luar kemampuan kita. Apakah kita masih merasa heran menemukan bahwa di dalam dunia rohani juga terdapat rahasia yang tidak dapat kita duga kedalamannya? Kesulitannya terletak semata-mata di dalam kelemahan dan kepicikan pikiran manusia. Tuhan Allah telah memberikan kepada kita di dalam Kitab Suci bukti yang cukup dari hal sifat-sifat ilahi firman itu, maka kita pun tidaklah patut meragukan firman-Nya hanya karena kita tidak dapat memahami semua rahasia takdir-Nya."--Kebahagiaan Sejati, hlm. 91.

Misalnya, salah satu ayat yang paling menantang dalam seluruh Kitab Suci adalah Matius 11:11, 12: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya."

Bacalah seluruh ayat-ayat itu. Apakah yang Anda pahami mengenai ayat-ayat itu? Apakah yang Anda tidak pahami?

Beberapa terjemahan lain dari ayat 12, terbaca: "Dan zaman Yohanes Pembaptis sampai sekarang, kerajaan surga telah maju secara paksa, dan orang-orang yang kejam telah menyerangnya" (ISV). "Dan sejak zaman Yohanes Pembaptis mulai berkhotbah sampai sekarang, Kerajaan Surga telah maju secara paksa, dan orang-orang yang kejam sedang menyerangnya" (NLT).

Apakah yang Yesus katakan kepada kita dalam ayat ini?

Hal-hal apakah, bahkan dalam kehidupan sekular, tetap menjadi rahasia bagi kita? Apakah kita berhenti memercayai, misalnya, keberadaan matahari hanya karena banyak hal yang rahasia mengenai itu yang kita tidak pahami? Kemudian, betapa lebih banyak lagi yang demikian, dengan pertanyaan-pertanyaan iman dan Firman Tuhan?
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#4
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Senin, 25 April 2016

Perbatasan Kegelapan

Para pelajar Alkitab sepanjang zaman telah bergumul dengan Matius 11:12 karena kata-kata yang menjelaskan kerajaan surga dan orang-orangnya di sini dapat digunakan baik untuk makna positif atau negative. Kata kerja Yunani basmati dapat berarti “maju secara terpaksa” atau “menderita tingkat kejahatan”. Dan kata Yunani biastes dapat berarti “orang kuat atau bersemangat” atau “orang yang melakukan kejahatan”.

Jadi, apakah ayat ini bermaksud bahwa kerajaan surga yang lemah lembut dan rendah hati menderita kekerasan, bahwa orang jahat menyerangnya? Atau apakah kerajaan surga maju secara terpaksa dalam arti yang positif, dan orang yang kuat yang merebutnya sebetulnya adalah para pengikut Kristus?

Apakah mungkin bagi para pengikut Kristus menjadi seagresif ini, bahkan penuh kekuatan , untuk mengejar kerajaan itu?

Bacalah ayat-ayat berikut ini. Apakah yang dikatakan ayat-ayat ini yang dapat menerangkan pertanyaan terakhir yang ditanyakan di atas?

Matius 10:34

Wahyu 5:5

Mikha 2:13

Beberapa orang berpendapat bahwa penafsiran terbaik Matius 11:12 adalah dengan menerapkan penggunaan yang paling umum dari biazomai (biasanya positif) dan biastes (biasanya negatif), akan memberikan kepada kita penafsiran: Kerajaan surga maju secara terpaksa oleh kekuatan suci dan energy luar biasa yang telah mendesak mundur perbatasan kegelapan; dan ketika hal ini terjadi, “orang jahat atau serakah telah berusaha untuk merampasnya”. – D.A.Carson, The Expositor’s Bible Commentary With the New International Version: Matthew, (Grand Rapids: Zindervan, 1995), hlm. 266,267.

Penafsiran ini tampaknya menyeruakan kebenaran Injil Matius lebih luas. Bahkan, penafsiran ini juga menangkap gambaran yang lebih luas, yaitu pertentangan antara terang dan gelap, antara Kristus dan Setan, suatu tema yang melekat di seluruh Alkitab dan diperjelas dalam Perjanjian Baru. Memang ada perang, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, di mana kita semua terlibat, di mana kita semua berpihak, di mana kita semua mengalaminya setiap hari, tidak peduli seberapa banyak yang kita memahami atau tidak memahami apa yang sedang terjadi. Ini semua adalah arti dari hidup di tengah-tengah pertentangan besar.
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#5
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Selasa, 26 April 2016

CARA PANDANG PERANG

Apa pun makna utama Matius 11:12, seperti yang kita pelajari kemarin,ayat ini menolong mengungkapkan realitas pertentangan besar. Ayat ini menggambarkan perjuanagn, dan-seperti yang kita ketahui dari ayat Alkitab lainnya-pertempuran ini, pada intinya, adalah pertempuran antara Kristus dan Setan.

Apakah yang ayat-ayat berikut ini katakana kepada kita mengenai realitas pertentangan besar itu?

Matius 12:25-29

Yesaya 27:1

1 Yohanes 5:19

Roma 16:20

Kejadian 3:14-19

Efesus 2:2, 6:10-13

Ayat-ayat ini hanyalah beberapa dari banyak lagi ayat-ayat, baik dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang merujuk kepada apa yang seorang teolog kontemporer (bukan Advent) sebutkan “Cara Pandang Perang”, sebuah gagasan bahwa ada suatu pertempuran yang sedang terjadi di antara kekuatan-kekuatan supranatural di alam semesta, suatu peperangan di mana kita semua terlibat dalam bentuk yang sama atau berbeda. Gagasan ini, tentu saja, bukan hal baru bagi orang Advent. Hal ini memang telah menjadi bagian dari teologi gereja kita sejak dari mulanya; para pelopor gereja kita memegang pendapat ini bahkan sebelum gereja kita sendiri secara resmi dibentuk.

Dalam bentuk apakah Anda melihat realitas pertentangan ini nyata dalam kehidupan Anda sendiri? Bagaimanakah realitas ini terjadi dalam pilihan-pilihan yang Anda harus buat dan dalam pencobaan yang Anda hadapi? Bagaimanakah pemahaman Anda akan realitas ini menolong Anda untuk membuat pilihan yang tepat dan untuk melawan pencobaan.?
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#6
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Rabu, 27 April 2016

KETIKA PERTEMPURAN SEMAKIN KEJAM

Seperti yang kita telah lihat, kata-kata Yesus dalam Matius 11:12, begitu dalam, mengungkapkan fakta bahwa kerajaan Allah tidak akan didirkan tanpa perjuangan, atau tanpa pertarungan. Pertarungan itu, ktia pahami, sebagai pertentangan besar, dan pertentangan itu telah dan masih berkecamuk. Pertentangan itu akan terus sampai pembinasaan terakhir dosa, Setan dan mereka yang hilang. Dan, kadang-kadang, pertentangan itu akan dan menjadi semakin parah sampai tiba akhirnya.

Kita dapat melihat realitas pertentangan besar itu, dan betapa parahnya pertentangan itu jadinya. Dalam konteks di mana Yesus sendiri berkata seperti dalam Matius 11:12

Bacalah Matius 11:1-12. Bagaimanakah kita dapat melihat realitas pertentangan besar sedang ditampilkan di sini dalam beberapa tingkatan? Dengan kata lain, bagaimanakah pertentangan besar itu menolong kita memahami apa yang sedang terjadi di sini?

Sebagai permulaan, siapakah yang kita pikir yang telah menginspirasi para pemimpin untuk menjebloskan Yohanes ke dalam penjara? Kita dapat melihat di sini usaha Setan utnuk bukan saja menghentikan Yohanes tetapi untuk melemahkan iman kepada Yesus. Pada akhirnya, jikalau Yohanes, pendahulu Yesus, menghadapi nasib seperti itu, apalagi yang diharapkan seseorang bagi Yesus sendiri?

Kemudian juga, tidak diragukan bahwa Setan dapat saja memuat para pengikut Yesus dan Yohanes bertanya kepada diri mereka sendiri: Jika Yesus dari Nazaret dapat melakukan begitu banyak hal yang luar biasa, dan memiliki kekuatan yang besar, lalu mengapakah Dia membiarkan seorang yang setia dan baik seperti Yohanes, sepupu-Nya, membusuk di penjara?

Juga, siapakah yang kita telah pikir telah menaruh keragu-raguan di dalam benak Yohanes? Mengapakah aku berada di sini? Mengapakah Ia tidak membebaskan aku? Karena itu, tidak heran dia bertanya, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” (Matius 11:3). Ingat, inilah Yohanes yang sama yang membaptiskan Yesus, yang melihat “Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya” (Matius 3:16) dan yang mendengar suara dari surga mengatakan “inilah Anak-ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:17). Sekarang, meskipun demikian, dengan semua yang telah terjadi, dia menjadi penuh keragu-raguan? Tentu saja, sebagaimana buruknya Yohanes, bahkan menjadi lebih buruk (setidaknya dalam waktu yang singkat), yang hanya berkanjut untuk menambah keragu-raguan (Matius 6:25-28).

Jika ada sesuatu yang menyebabkan Anda menjadi ragu-ragu sekarang, pada hal apakah Anda dapat berfokus, merenung, dan berdoa, untuk dapat mendorong menghilangkan keragu-raguan dan menolong Anda menyadari semua alasan yang luar biasa yang Anda harus percayai dalam kebaikan Allah?
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#7
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Kamis, 28 April 2016

Usaha yang Sia-sia

Sepanjang sejarah, manusia telah terlibat dalam peperangan. Sesuatu dalam sifat alami manusia menyebabkan manusia dari satu kelompok ingin merampok, menjarah dan membunuh orang-orang dari kelompok yang lain. Dalam buku mengenai ayahnya, seorang filsuf Inggris Bertrand Russell, Katherine Trait menulis tentang kekhawatiran ayahnya pada pecahnya Pertang Dunia 1 sehubungan kesenangannya jalan-jalan Inggris dihubungkan dengan kemungkinan perang dengan Jerman. “Dia telah dibesarkan dengan keyakinan kemajuan otomatis Viktoria yang optimistis, dengan keyakinan bahwa seluruh dunia, pada waktunya yang tepat, akan mengikuti arah kebijakan Inggris dari kebrutalan kuno kepada peradaban mandiri yang beradab. Kemudian, dengan tiba-tiba, ia menemukan rekan terkasihnya sendiri berdansa di jalan-jalan sehubungan dengan dibantainya sejumlah besar sesama manusia yang kebetulan berbicara bahasa Jerman.” - g kebetulan berbicara bahasa Jerman.” – My Father Bertrand Russell (England: Thoemmes Press,1997), hlm 45. Bagikanlah pemikiran yang sama ini di sepanjang sejarah kepada hampir semua orang, dan kita melihat realitas sifat alami manusia yang telah jatuh dalam salah satu bentuk yang paling penting dan tragis.

Sekarang, sebagian besar peperangan manusia, tidak ada yang terlebih dahulu telah mengetahui hasilnya. Banyak orang yang pergi berperang tanpa mengetahui jika mereka akan berada pada pihak yang menang atau kalah.

Dalam “Cara Pandang Perang” alam semesta kita, kita memiliki satu keuntungan besar: Kita tahu pihak mana yang telah menang. Kristus telah meraih kemenangan yang menentukan bagi kita. Setelah salib, tidak ada pernyataan lagi mengenai siapa pemenang dan siapa yang dapat berbagi hasil dari kemenangan itu. Pergerakan setan, benar-benar, adalah pergerakan yang telah kalah.


Apakah yang ayat-ayat berikut ini katakana kepada kita mengenai hasil dari pertentangan besar itu? Ibrani 2:14; 1 Korintus 15:20-27; Wahyu 12:12; 20:10

Sebagaimana Setan telah kalah perang di surga, dia juga telah kalah perang di bumi. Tetapi dengan kebencian dan dendam dia masih mencari semua orang yang dapat ditelannya (lihat 1 Petrus 5:8). Sekalipun kemenangan Kristus telah dicapai, pertempuran itu masih berlangsung, dan perlindungan kita satu-satunya adalah menempatkan diri, pikiran dan tubuh kita, di pihak pemenang. Dan kita melakukannya dengan pilihan yang kita buat setiap hari. Apakah kita membuat pilihan yang menempatkan kita di pihak pemenang, di mana kemenangan pasti bagi kita, atau di pihak yang kalah, di mana kekalahannya pasti? Pada jawaban ataas pertanyaan inilah tergantung nasib kekal kita.
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#8
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Jumat, 29 April 2016

PENDALAMAN

Siapakah di antara kita yang tidak tahu realitas pertentangan besar itu? Kita tahun tentang perang ini karena kita merasakannya di dalam kita setiap hari. Kita hidup di dunia yang telah rusak, dunia yang terkutuk dengan kecemasan dan rasa sakit. Suatu dunia di mana ular itu tidak terbatas pada satu pohon yang di tengah-tengah taman itu tetapi di mana seluruh taman telah dibanjiri ular. Suatu dunia yang penuh dengan bisikan pencobaan yang datang dalam segala macam cara dan dengan begitu mudah menjerat mereka yang tidak rajin dalam iman dan dalam doa. Tidak heran Yesus berkata: “Berjagalah dan berdoalah” agar kita tidak jatuh ke dalam banyak jerat yang menanti kita. Dan, dari semua jerat itu, barangkali satu hal yang paling berbahaya bagi orang Kristen adalah seseorang yang berkata “Ketika Anda menyerah pada pencobaan, Anda sudah terlalu jauh. Tidak ada Allah dengan kasih karunia yang akan menyambut Anda kembali kepada pelukan-Nya”. Siapakah yang belum sekalipun pada berbagai kesempatan tidak mendengarkan suara itu berbisik di telinganya? Di satu sisi, perasaan itu benar. Ketika Anda jatuh ke dalam pencobaan, bahkan sekali saja, Anda telah terlalu jauh untuk kembali. Itulah sebabnya Yesus datang, meraih kemenangan bagi kita di mana kita semua telah gagal, dan kemudian menawarkan kemenangan-Nya kepada kita. Tentang inilah seluruh Injil itu, Yesus melakukan bagi kita dalam pertentangan besar apa yang kita tidak pernah dapat lakukan untuk diri kita sendiri. Pada saat yang sama juga, bagaimanapun kita harus memilih, setiap hari, setiap jam, dari saat ke saat, untuk menempatkan diri di sisi-Nya, dan kita melakukannya dengan menurut FirmanNya dan dengan menuntut janji-janji kemenangan yang telah dijaminkan-Nya kita peroleh, sepanjang waktu hanya dengan bersandar pada jasa-jasaNya bagi kita sebagai penjamin keselamatan kita.

Pertanyaan-pertanyaan untuk Didiskusikan:

  1. Apakah beberapa bukti fisik lain yang ada di sekitar kita, namun yang benar-benar tidak terjangkau oleh kepekaan indera kita? Sekali lagi, bagaimanakah seharusnya kenyataan ini menolong membukan pikiran kita terhadap keberadaan kekuatan lain dan kasus-kasus lain yang tidak dapat kita lihat? Bagaimanakah kesadaran kita akan adanya realitas gaib ini menolong kita untuk memahami realitas pertentangan besar itu?

  2. Banyak orang Kristen tidak percaya atau memiliki konsep mengenai sudut pandang pertentangan besar. Alasan apakah yang mungkin mereka miliki sehingga tidak memahaminya? Beberapa alasan apakah yang mungkin mereka berikan kepada Anda akan hal itu, dan bagamana Anda menjawab mereka? Jika Anda hendak memberikan seseorang pelajaran tentang pertentangan besar, ayat-ayat apakah yang Anda akan gunakan?

  3. Bagaimanakah Anda menghadapi pertanyaan tentang mengapa kita masih di sini begitu lama setelah meraih kemenangan di Salib? Setelah kematian dan kebangkitan dan keunikan-Nya mengapakah Yesus tidak datang saja kembali dan membinasakan kejahatan sampai tuntas?
 

Top