RESEP KESELURUHAN

#1
Selasa, 26 Juli 2016

Resep Keseluruhan

"Kamu adalah garam dunia" (Mat. 5:13). Dalam ayat ini, Yesus sedang memanggil para pengikut-Nya untuk menjadi "garam," yang adalah agen transformasi. Gereja adalah "tempat garam," yang berisi "garam dunia." Dengan apakah atau siapakah seharusnya kita, "garam," dicampur? Hanya dengan diri kita sendiri, atau dengan campuran yang berbeda dari kita?

Anda bisa memahami jawaban pertanyaan ini dengan lebih baik jika Anda mengisi satu panci roti hanya dengan garam dan satu panci roti lainnya dengan tepung yang memiliki garam sebagai salah satu bahannya. Di panci pertama, garam adalah keseluruhan resep; itu tidak akan enak rasanya, apalagi di makan. Di panci adonan kedua, garam adalah bagian dari resep dan dicampur dengan bahan-bahan yang berbeda dari dirinya sendiri. Dan, karena itu, ia mengubah satu adonan roti dari hambar menjadi lezat. Garam melakukan yang lebih baik ketika itu bercampur dengan bahan-bahan yang tidak seperti dirinya sendiri. Hal yang sama juga terjadi kepada orang-orang Kristen sejati. ini tidak akan terjadi jika kita tetap nyaman dalam gereja "tempat garam."

Dengan demikian, ada hal di sini yang kita seharusnya tidak lewatkan. Kita bisa, dalam segala cara, bermoral dalam hal tidak merokok atau minum minuman keras atau berfoya-foya atau berjudi atau terlibat dalam kejahatan. Semuanya adalah penting. Tetapi pertanyaannya bukanlah hanya apa yang tidak kita lakukan. Sebaiiknya, itu adalah apa yang kita lakukan? Artinya, apakah yang kita lakukan untuk menolong masyarakat kita dan mereka yang membutuhkan?

Bacalah Matius 5:13 kembali, konsentrasi, pada bagian akhir ayat tersebut. Bagaimanakah garam bisa kehilangan rasanya?

"Tetapi jika garam sudah menjadi tawar, jika hanya mengaku beribadat, tanpa kasih Kristus, maka tidak ada kuasa bagi kebaikan. Kehidupan dapat memberikan pengaruh yang menyelamatkan kepada dunia."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, j1d. 6, hlm. 51.

Kembali kepada resep simbol. Sebagaimana kita lihat, jika semua yang kita miliki adalah garam, itu tidak baik. Bahkan, terlalu banyak dalam makanan dapat menjadi racun. Garam harus dicampur dengan apa yang berbeda darinya. Dengan demikian, jika kita serupa dengan dunia, atau bahkan terlalu serupa dengan dunia, kita tidak akan membuat perbedaan di dalamnya. Kita tidak akan memiliki apa-apa untuk diberikan. Garam menjadi sia-sia. Dan apa yang Yesus katakan yang setanjutnya terjadi kepadanya?

Namun, dengan meresap dengan cita rasa kasih Kristus, kita akan rindu menjadi "orang dalam" bersama "orang luar," bercampur dengan orang lain untuk rnenjadi agen transformasi, menjadi sesuatu yang akan membuat perbedaan positif dalam hidup mereka dan, dengan tambahan, memimpin orang lain kepada apa yang sangat penting dalam hidup: Keselamatan dalam Yesus.

Bacalah Ulangan 12:30; 31:20; Yesaya 2:8. Apakah bahaya yang ayat-ayat ini amarkan, dan bagaimanakah kita bisa herhati-hati untuk tidak jatuh ke dalam perangkap itu?