What's new

TUHAN ORANG YAHUDI DAN BANGSA LAIN- PELAJARAN 7, *7 - 13 Mei

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#1



Sebagaimana judul pelajaran sekolah Sabat kita kali ini, telah memberikan satu kesimpulan bahwa Tuhan adalah untuk semua bangsa. Semua manusia yang mau menerima-Nya; layak dihadapan-Nya. Ada dua ayat yang sangat baik untuk dapat kita baca dan maknai, ayat yang menyatakan dengan pasti bahwa dimata Tuhan kita semua sama. Sama-sama milik Tuhan, sama-sama berharga dimata Tuhan dan sama-sama diinginkan Tuhan agar memperoleh keselamatan.

Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.— Yesaya 42:5-7
Dengan jelas ayat ini mengatakan bahwa melalui Israel, atau lebih khusus lagi dari sang Mesias-YESUS KRISTUS-yang akan muncul dari Israel, Allah akan menjangkau ke seluruh dunia.[1] Namun demikian, dimata Tuhan, semua bangsa adalah sama. Perhatikan ayat berikut:

"Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku, hai orang Israel?" demikianlah firman TUHAN. "Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir, orang Filistin dari Kaftor, dan orang Aram dari Kir?—Amos 9:7
Kita bisa lihat, bahwa Allah juga sayang kepada bangsa lain, Etiopia ataupun Israel sama dihadapan Tuhan. Israel dikeluarkan dari tanah perbudakan Mesir, Filistin juga dari Kaftor demikian juga Aram dari Kir.— Allah sayang kepada semua bangsa didunia ini. Ingat, Nenek moyang kita sama ADAM & HAWA keduanya adalah ciptaan Tuhan.

Pelajaran Sekolah Sabat kita juga memberikan penjelasan mengenai Matius 14-15, yang pada akhirnya juga memberikan satu kesimpulan dan penegasan bahwa Yesus adalah untuk semua bangsa. Berikut rangkumannya:

Dalam Matius 14-15 ada beberapa cerita yang kita dapati, cerita itu adalah sebagai berikut :

  1. Kisah kematian Yohanes Pembaptis (dalam pelajaran sekolah Sabat kita kali ini tidak terlalu banyak disinggung)
  2. Kisah Yesus memberi makan 5000 laki-laki, tidak temasuk perempuan dan anak-anak[2] —orang-orang ini adalah orang Yahudi.
  3. Kisah Yesus berjalan diatas air serta penyembuhan orang-orang sakit di Genesaret
  4. Pertanyan orang Farisi dan ahli Taurat, mengenai cuci tangan secara ada istiadat Yahudi
  5. Anak wanita dari perempuan Kanaan yang disembuhkan oleh Yesus dari kerasukan setan
  6. Kisah Yesus memberi makan 4000 laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak[3] --orang-orang ini adalah bukan orang Yahudi.
Saya ingin kita melihat dulu kisah cerita no. 2 dan 6. Kisah dimana Yesus memberi makan banyak orang dengan mujizat yang luar biasa. Namun, sebagaimana saya baru tersadar ketika membaca pelajaran Sekolah Sabat. Bahwa kisah ini terjadi yang pertama adalah bagi orang Yahudi dan yang kedua adalah bagi orang bukan Yahudi. [4] Namun keduanya memiliki kesamaan yaitu Yesus melakukan kedua mujizat ini karena unsure “belas kasihan.” [5] Hati Yesus tergerak oleh orang banyak itu (baik bagi bangsa Yahudi ataupun Non-Yahudi)! Berapa banyak dari kita, yang beragama, namun hati kita jarang atau bahkan tidak pernah tergerak untuk dapat memberikan pertolongan bagi orang lain? Ataupun berbelas kasihan bagi sesama manusia? Kita perlu belajar makna sesungguhnya dalam beribadah yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.

Dalam cerita no. 4, ketika dipertanyakan kepada Yesus, “mengapa murid-murid Yesus tidak membasuh tangan mereka secara ada istiadat?” maka Yesus menjawab :

Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."— Matius 15:7-9
Tentu perkataan Yesus adalah tamparan yang sangat kuat bukan saja bagi pendengar dimasa itu, namun juga bagi kita saat ini. Bahkan perkataan Yesus secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa telah ada ajaran “boleh menelantarkan orang tua, asal uang untuk memelihara orang tua itu digunakan untuk persembahan kepada Allah.”[6] Hal ini sangat ditentang oleh Yesus! Jangan sampai karena agama kita tidak lagi menghormati orang tua, menelantarkan orang tua ataupun tidak menghormati mereka. Yesus juga tetap mengatakan bahwa yang terpenting dari kepercayaan kita kepada Tuhan; bukanlah secara lahiriah saja atau tampak luar. Namun juga disertai dengan perbuatan, berikut yang dicatat dalam Matius 15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang. Hal-hal ini juga yang tidak boleh kita lakukan, bila percaya kepada Tuhan.

Kisah no. 3 mengenai Yesus berjalan diatas air. Telah memberikan satu penegasan kepada kita bahwa Yesus bukan saja mau memelihara kita sebagaimana Yesus telah memberi makan 5000 orang yang telah mengingatkan orang-orang Yahudi pada saat itu kepada manna yang Allah telah sediakan bagi bangsa Israel di padang gurun. [7] Ataupun memelihara orang-orang bukan Yahudi dengan memberi makan 4000 orang itu. Namun juga memberikan satu penegasan bahwa Yesus adalah Allah yang berkuasa atas alam semesta ini. Kita hanya dapat melakukan seperti teriakan Petrus “Tuhan, tolonglah Aku! ”[8] Atau seperti perempuan Kanaan yang berseru “Kasihanilah aku, ya Tuhan” [9]

Kisah mengenai perempuan kanaan yang anak perempuannya kerasukan, pada akhirnya disembuhkan juga oleh Yesus. Satu cerita yang menarik untuk dipelajari, bukan saja karena perkataan Yesus yang terkesan sangat keras namun juga bagaimana kepercayaan dari perempuan kanaan itu. Mari kita lihat lebih dalam

Matius 15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Berikut penjelasannya : Memang benar pada waktu itu orang-orang Yahudi menyebut orang bukan Yahudi sebagai anjing. Memberi gambaran anjing-anjing kudisan yang berkeliaran di jalanan. Namun Yesus memberikan istilah “anak anjing” atau “anjing kecil” yang merujuk kepada kasih sayang. Yang kedua, sebagaimana sebelumnya wanita itu menyebut Yesus sebagai “anak Daud” ini menunjukkan keakrabannya dengan keyahudian Yesus dan bisa jadi ini adalah perkataan Yesus untuk menguji keimanan wanita itu. Yang terakhir, kemungkinan perempuan ini adalah seorang Yunani kelas atas yang merupakan bagian dari sebuah golongan yang telah “secara rutin mengambil roti milik orang miskin yang berada di sekitar Tirus… sekarang.. dengan mengatakan demikian, Yesus sedang membalik keadaan, bahwa ia harus memohon pertolongan dari seorang musafir Yahudi. [10]

Saya percaya, tidak ada maksud Yesus untuk menghina ataupun menggangap seseorang sebagai anjing! Terbukti wanita itu juga mendapatkan mujizat kesembuhan bagi anaknya. Namun yang perlu kita lebih cermati adalah bagaimana kesungguh-sungguhan dan iman penyerahan dari wanita tersebut. Sebagaimana Petrus, meminta tolong dengan sungguh-sungguh ketika hampir tenggelam, begitu juga wanita kanaan ini meminta tolong bukan saja untuk anak wanitanya namun juga menunjuk kepada kerelaan hatinya didalam mengosongkan diri dan memberikan segala sesuatunya untuk Tuhan—bahkan harga dirinya.

Marilah kita berikan segala sesuatunya untuk kemuliaan Tuhan. Percayalah Tuhan mengasihi semua orang. Siapapun kita, darimanapun kita berasal, apapun warna kulit kita, bila kita percaya kepada Tuhan dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik kepada kita semua, untuk kepujian dan kemuliaan nama-Nya. Tuhan memberkati.
Tuhan memberkati


[1] Pelajaran Sekolah Sabat, Kitab Matius, hlm. 77 bandingkan dengan ayat berikut
[2] Matius 14:21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
[3] Matius 15:38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak
[4] Pelajaran Sekolah Sabat, Kitab Matius, hari kamis 12 mei 2016, hlm. 82
[5] Pelajari Matius 14:14 dan Matius 15:32
[6] Matius 15:4-6
[7] Pelajaran Sekolah Sabat, Kitab Matius, hari Minggu 8 Mei 2016, hlm. 78
[8] Matius 14:30
[9] Matius 15:22
[10] Diadaptasi oleh perangkum dari pelajaran Sekolah Sabat, Kitab Matius, hari rabu 11 mei 2016, hlm. 81
 

Attachments

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#2
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Pelajaran 7, 7 – 13 mei 2016

TUHAN ORANG YAHUDI

DAN BANGSA LAIN


Sabat, 7 Mei 2016

BACALAH UNTUK PELAJARAN PEKAN INI: MATIUS 14:1-21; KELUARAN 3:14; MATIUS 14:22-33; YESAYA 29:13; MATIUS 15:1-20; MATIUS 15:21-28.


Ayat Hafalan: "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa" (Yesaya 42:6).


Dalam Matius 15:24, Yesus mengatakan secara eksplisit, "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tidak diragukan, pelayanan Yesus, tahun-tahun dalam daging, diarahkan teruta-

ma kepada bangsa Israel.


Tetapi, sebagaimana yang keseluruhan Alkitab tampilkan, Israel bukanlah satu-satunya bangsa yang Allah pedulikan. Alasan Allah memilih Israel adalah supaya Ia dapat memberkati semua bangsa di bumi. "Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan napas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: `Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara'" (Yesaya 42:5-7).


Melalui Israel, atau lebih khusus lagi dari sang Mesias yang akan muncul dari Israel, Allah akan menjangkau ke seluruh dunia. Pekan ini kita akan meli-hat sedikit Iebih jauh jangkauan Tuhan kepada semua orang yang membutuh¬kan keselamatan.


*Pelajarilah pelajaran pekan ini sebagai persiapan untuk Sabat, 14 Mei.
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#3
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Minggu, 8 Mei 2016

Memberi Makan yang Lapar

Salah satu tindakan Yesus yang paling terkenal adalah memberi makan lima ribu orang, "tidak termasuk perempuan dan anak-anak" (Matius 14:21). Tetapi, sebagaimana segala sesuatu yang lain dalam Perjanjian Baru, kisah ini tidak terjadi di luar konteks yang membantu kita untuk memahami lebih dalam makna apa yang telah dilakukan Yesus.


Bacalah Matius 14:1-21. Apakah yang terjadi sesaat sebelum memberi makan secara ajaib;dan peranan apakah yang peristiwa itu telah tunjuk-kan pada bagian selanjutnya?

__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


Tempatkanlah diri Anda pada posisi para murid saat itu. Yohanes Pembaptis, jelas seorang abdi Allah, baru saja dipenggal kepalanya. Mereka mengetahuinya, karena mereka yang mengatakannya kepada Yesus. Meskipun tidak disebutkan, pastilah hal itu sangat mengecewakan bagi mereka. Sudah tentu, hal itu menguji iman mereka. Namun, setelah apa yang Yesus lakukan selanjutnya, iman mereka pastilah memperoleh cukup dorongan, terutama setelah agak menurun.


Akan tetapi ada makna yang jauh lebih dalam dari kisah ini, terlepas dari seberapa besar hal itu telah dapat meningkatkan iman murid-murid. Tindakan Yesus memberi makan orang Yahudi mengingatkan setiap orang kepada manna yang Allah telah sediakan bagi bangsa Israel di padang gurun. "Ada suatu tradisi muncul dalam paham Yudaisme bahwa Mesias akan datang pada hari raya Paskah dan bersamaan dengan kedatangan-Nya, manna akan mulai turun kembali.... Jadi ketika Yesus memberi makan lima ribu orang tepat sebelum hari raya Paskah, hal itu seharusnya tidak mengejutkan siapa pun kalau orang banyak mulai berspekulasi apakah la adalah Mesias dan apakah Ia akan melakukan mukjizat yang lebih besar—memberi makan setiap orang setiap saat dengan menurunkan manna kembali."---Jon Paulien, John: The Abundant Life Bible Amplifier (Boise: Pacific Press Publishing Association, 1995) hlm. 139, 140.


Tepat seperti inilah Mesias yang orang banyak inginkan: Sang Mesias yang melayani kebutuhan-kebutuhan lahiriah mereka. Saat ini, orang banyak bersiap untuk menjadikan Yesus raja, tetapi Yesus belum datang untuk menjadi raja, dan penolakan-Nya sangat mengecewakan mereka. Mereka memiliki harapan, 'dan ketika harapan mereka tidak terpenuhi, banyak orang berpaling dari Yesus, padahal la telah datang untuk melakukan jauh lebih besar daripada harapan mereka yang sempit dan keduniawian.


Dalam hal apakah harapan Anda, yang Anda harapkan dari Allah terlalu sempit?
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#4
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Senin, 9 Mei 2016

Tuhan Atas Semua Ciptaan


Setelah pemberian makanan yang menakjubkan, Yesus memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu (Matius 14:22). Dia ingin mereka menghindar dari kekacauan dan tekanan. Seorang guru yang baik akan melindungi murid-muridnya dari apa yang mereka belum siap hadapi. "la memanggil murid-murid-Nya," tulis Ellen G. White, "dan menyuruh mereka mengambil perahu, lalu kembali dengan segera ke Kapernaum, membawa-Nya meninggalkan orang banyak itu pulang...: Mereka mengecam rencana itu; tetapi Yesus kini berbicara dengan suatu kuasa yang belum pernah diperlihatkan-Nya kepada mereka. Mereka mengetahui bahwa perlawanan mereka yang berikut tidak ada gunanya, dan dengan diam-diam mereka menuju danau."—Alfa clan Omega, j1d. 5, hlm. 406, 407.


Bacalah Matius 14:23-33. Apakah yang ayat-ayat ini tunjukkan mengenai siapa Yesus dan hakikat keselamatan itu?

__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


Saat penyingkapan terjadi ketika murid-murid yang sedang ketakutan itu bertanya-tanya siapa yang sedang berjalan di atas air mendekati mereka. Yesus berkata kepada mereka, "Aku ini; jangan takut" (ayat. 27). Kata-kata "Aku ini" adalah cara lain menerjemahkan (rasa bahasa Yunani ego eimi, yang berarti "Aku ada." Ini adalah nama Tuhan sendiri. (Lihatjuga Keluaran 3:14).


Di zaman Alkitab dan sesudahnya Tuhan mengendalikan semua ciptaan. Mazmur 104, sebagai contoh, dengan jelas menunjukkan bahwa Tuhan bukan saja sang Pencipta tetapi juga sang Pemelihara, dan bahwa melalui kuasa-Nya sehingga dunia ini terus eksis dan hukum-hukum alam beroperasi. Di sini tidak ada yang mengisyaratkan paham deisme, Allah yang menciptakan dunia ini dan kemudian meninggalkannya sendirian. Orang Yahudi atau bukan Yahudi, kita semua berutang akan kelangsungan keberadaan kita pada kuasa pemeliharaan dari Tuhan yang sama yang telah meredakan danau itu. (Lihat juga Ibrani 1:3).


Teriakan Petrus, "Tuhan, tolonglah aku!"(Matius 14:30) hendaklah menjadi gema teriakan kita, karena jika Tuhan Yesus tidak menolong kita, siapa lagi? Ketidakberdayaan Petrus pada situasi itu mencerminkan ketidakberdayaan kita yang terhempas di permukaan dunia yang telah jatuh.


Pikirkanlah mengenai betapa tidak berdayanya Anda sebenarnya, dalam arti berada di hadapan kekuatan belas kasihan yang sangat jauh lebih besar daripada Anda dan yang Anda tak dapat kendalikan. Bagaimanakah kenyataan ini seharusnya menolong meneguhkan ketergantungan Anda kepada Yesus?
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#5
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Selasa, 10 Mei 2016

Hati Orang Munafik


Dan Tuhan telah berfirman: "OIeh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan" (Yesaya 29:13). Meskipun di sini Tuhan yang berbicara kepada Israel kuno, apakah pekabaran bagi jemaat di sini, sekarang ini? Dua masalah utama apakah yang Tuhan amarkan kepada mereka, dan bagaimanakah kita dapat memastikan bahwa kita tidak sedang melakukan hal yang sama?


Berabad-abad setelah Yesaya menulis perkataan itu, Yesus mengutipnya ketika sedang dalam pertentangan dengan pernimpin-pemimpin agama.


Bacalah Matius 15:1-20. Apakah masalah spesifik di sini, dan bagaimanakah Yesus mengatasinya?

__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Pada beberapa kesempatan setelah kembali ke Kapernaum, Yesus terlibat dalam perdebatan dengan guru-guru Yahudi mengenai apa yang dapat menajiskan seseorang. Para guru telah menambahkan ke dalam hukum segala macam peraturan tentang kenajisan lahiriah. Misalnya, Anda harus mencuci tangan Anda dengan cara tertentu. Tetapi murid-murid Yesus tidak terganggu dengan peraturan ini, dan ketika ahli-ahli Taurat dan orang Farisi dari Yerusalem menunjukkan hal itu, Yesus menanggapinya sebagaimana yang telah dilakukanNya.


Singkatnya, Yesus mencela keras sesuatu yang seharusnya mudah menjadi jerat bagi siapa pun: Kemunafikan. Siapakah yang pada suatu saat telah bersalah dalam hal ini, menyalahkan seseorang untuk tindakannya (baik melalui ucapan atau di dalam hati sendiri) meskipun Anda telah melakukan atau sedang melakukan hal yang sama atau lebih parah? Kita semua, jika tidak berhati-hati, memiliki kecenderungan untuk melihat kesalahan orang lain saat yang sama tidak dapat melihat kesalahan kita sendiri. Oleh karena, bersikap munafik cenderung terjadi secara alami kepada kita semua.


Kita semua membenci kemunafikan dalam diri orang lain. Juga selalu begitu mudah untuk melihat kemunafikan dalam diri orang lain. Bagaimanakah kita dapat memastikan bahwa kesanggupan kita untuk melihat kemunafikan dalam diri orang lain bukanlah sekadar wujud dari kemunafikan dalam diri kita sendiri?

__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#6
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Rabu, 11 Mei 2016

Remah-remah dari Atas Meja


Setelah memberi makan, menyembuhkan, dan berkhotbah kepada orang Yahudi-Nya sendiri, Yesus membuat suatu keputusan yang dramatis. la meninggalkan wilayah Yahudi dan memasuki wilayah orang luar, orang-orang Kafir.


Bacalah Matius 15:21-28. Bagaimanakah kita dapat memahami kisah ini?


Dalam banyak hal, kisah ini bukanlah kisah yang mudah dibaca, karena kita tidak dibantu dengan nada suara dan mimik wajah. Pada awalnya Yesus tampaknya mengabaikan perempuan ini; lalu, ketika Dia berbicara dengannya, ucapan-Nya terkesan sangat keras "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing" (ayat 26).


Bagaimanakah jika Anda yang mencoba pendekatan ini? Seseorang bertanya apakah mereka bisa mendapat sedikit keripik Anda, dan Anda menjawab, "Tidak patut melemparkan keripik saya kepada anjing:" Benar-benar cara yang tidak bersahabat, bukan? Namun, berikut ini ada beberapa hal untuk dipertimbangkan. Pertama, memang benar bahwa pada waktu itu orang-orang Yahudi menyebut orang-orang bukan Yahudi sebagai anjing, memberikan gambaran tentang anjing-anjing kudisan yang berkeliaran di jalanan. Tetapi di sini Yesus menggunakan istilah Yunani yang lebih menunjukkan kasih sayang, "anjing kecil" (atau "anak anjing"), membayangkan anjing peliharaan yang dipelihara dalam rumah dan diberi makan dengan baik.


Kedua, perempuan Kanaan ini menyebut Yesus "Anak Daud." lni menunjukkan keakrabannya dengan Keyahudian Yesus. Seperti seorang guru yang baik, Yesus berdialog dengan dia dan mungkin sedang mengujinya. Craig Keener menulis: "Barangkali la menuntutnya untuk memahami misi dan identitas-Nya yang sebenarnya, agar dia tidak memperlakukan-Nya seperti salah seorang dari banyak penyihir keliling kepada siapa kadang-kadang orang-orang bukan Yahudi bermohon untuk mengusir Setan. Namun la benar-benar memanggil dia untuk mengakui prioritas Israel dalam rencana Ilahi, suatu pengakuan yang bagi dia akan mencakup pengakuannya yang tidak memiliki status.... Orang dapat membandingkan persyaratan Elisa agar Naaman mencelupkan diri di sungai Yordan meskipun keinginan Naaman ke sungai di Aram, Abana dan Parpar.... Akhirnya menuntun kepada pengakuan Naaman akan Allah dan tanah Israel (2 Raja-raja 5:17-18)." —The Gospel of Matthew: A Socio-Rhetorical Commentary, hlm. 417.


Terakhir, kemungkinan perempuan ini adalah seorang Yunani kelas atas yang merupakan bagian dari sebuah golongan yang telah "secara rutin mengambil roti milik orang miskin yang berada di sekitar Sekarang... Yesus membalikkan hubungan kekuasaan, karena `roti' yang Yesus tawarkan pertama-tama adalah milik Israel...; orang `Yunani' ini harus memohon pertolongan dari seorang musafir Yahudi "—The Gospel of Matthew: A Socio-Rhetorical Commentary, hlm. 417.


Perikop ini bukanlah bagian yang mudah, tctapi kita harus percaya kepada Yesus. Dengan berdialog dengan perempuan ini, Yesus menghargainya tepat seperti yang la lakukan kepada perempuan di tepi sumur. Perempuan ini tinggal dengan anak perempuannya yang disembuhkan dan imannya kepada Anak Daud berkobar.
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#7
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Kamis, 12 Mei 2016

Tuhan Orang Bukan Yahudi


Bacalah Matius 15:29-39 dan bandingkanlah dengan Matius 14:13-21. Apakah persamaan dan perbedaan antara kedua kisah ini?

__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________


Banyak yang tidak menyadari bahwa ada dua kisah memberi makan orang banyak dalam Kitab Yang pertama bagi orang Yahudi, dan yang kedua bagi orang bukan Yahudi. Pada kedua peristiwa ini, Yesus tergerak oleh "belas kasihan" bagi orang banyak.


Sungguh menakjubkan, catatan akan ribuan orang bukan Yahudi yang datang untuk diajar, dikasihi, dan diberi makan oleh Rabi muda ini. Sekarang, lihat kembali dan pahamilah universalitas Injil (setelah hampir semua orang yang membacanya sekarang ini bukanlah orang Yahudi), kita dapat dengan mudah melewatkan betapa luar biasa dan tak terduganya sesuatu seperti ini tampil kepada orang banyak, baik untuk orang Yahudi dan untuk orang bukan Yahudi. Tidak diragukan, Yesus dengan pasti menarik semua orang keluar dari zona nyaman mereka.


Tetapi, ini adalah selalu menjadi rencana Allah, untuk menarik semua bangsa di muka bumi ini kepadaNya. Sebuah ayat yang mengejutkan datum Kitab Suci orang Ibrani membuktikan kebenaran ini: Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku, hai orang Israel?' demikianlah firman TUHAN. Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir, orang Filistin dari Kaftor, dan orang Aram dari Kir?'" (Amos 9: 7).


Apakah yang TUHAN katakan di sini? Bahwa Ia tertarik pada bukan hanya masalah bangsa Israel tetapi semua bangsa? la tertarik pada orang Filistin? Pembacaan yang cermat akan Perjanjian Lama mengungkapkan kebenaran ini berulang-ulang, meskipun hal ini telah begitu jelas selama berabad-abad pada saat gereja Perjanjian Baru dibentuk, banyak orang percaya yang mula-mula harus mempelajari dasar kebenaran Alkitab ini.


Bacalah Roma 4:1-12. Dengan cara apakah Injil, dan universalitas In¬jil, dicatat dalam ayat-ayat ini?

__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
 

Om Pandi

Administrator
Staff member
Advent
#8
Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

Jumat, 13 Mei 2016

PENDALAMAN


Seorang Kristen berbicara kepada para siswa di sebuah kampus sekular tentang keberadaan Tuhan. Setelah semua argumen yang lazim diberikan, ia menggunakan taktik berbeda, katanya: "Kamu tahu, ketika aku seumur sebagian besar dari kamu, dan tidak percaya kepada Tuhan, setiap kali, jika ada yang ingin meyakinkan saya bahwa mungkin Allah ada, saya selalu membuang pendapat itu dari pikiran saya. Mengapa? Karena ada yang mengatakan kepada saya bahwa jika memang Allah ada, mengingat bagaimana kehidupan saya, maka saya berada dalam masalah besar." Suasana segera berubah. Lusinan suara hati, dengan bersamaar, berputar dalam diri mereka. Tampaknya suhu ruangan naik karena pergesekan di balik wajah-wajah yang dengan tiba-tiba menjadi tidak nyaman. Dia memang membuat mereka tersinggung. Para pelajar ini, bukan orang Kristen, dan kemungkinan tidak terlalu peduli dengan Sepuluh Hukum, tetapi masih merasa bahwa semuanya tidak benar dengan kehidupan moral mereka dan jika saja Allah ada maka ada jawaban untuk banyak hal. Namun demikian, sebagai orang Kristen, orang-orang yang seharusnya sangat selaras dengan standar moral Allah, kita tidak perlu merasa tidak nyaman saat berhadapan dengan realitas Allah yang bermoral, dan itu karena janji Injil. Baik Yahudi atau bukan Yahudi ketika berhadapan dengan dosa, kita dapat berlindung dalam kebenaran yang Kristus tawarkan kepada kita oleh iman "bukan karena ia melakukan hukum Taurat" (Roma 3:28). Ketika kita menyadari dengan jelas dosa kita, kita dapat menuntut janji bahwa "demikianlah, sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh" (Roma 8:1,4). Orang Yahudi, bukan Yahudi tidak masalah. "Tanpa membeda-bedakan umur, atau kedudukan, atau kebangsaan, atau kesempatan beragama, semuanya diundang datang kepada-Nya dan hidup."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, j1d, 5, hlm. 441.


Pertanyaan-pertanyaan untuk didiskusikan

  1. Bacalah Matius 16:1-12. Menurut Anda apakah yang Yesus maksudkan ketika la berkata, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki." (ayat 6). Pada awalnya murid-murid mengira yang Yesus maksudkan adalah ragi secara harfiah. Selama Hari Raya Paskah, orang-orang Yahudi dengan berhati-hati menghindari ragi; jadi, mereka pikir Yesus sedang memberikan petunjuk kepada mereka tidak membeli roti beragi. Tetapi yang ada dalam benak Yesus adalah sesuatu yang jauh lebih dalam. Apakah itu?
  2. Kasih Kristus kepada segala bangsa haruslah menjadi pekabaran yang memancar pertama dan yang terpenting dari Kekristenan. Bagaimanapun, kita juga adalah orang-orang berdosa yang sedang berjuang keras. Tidak seorang pun dari kita memiliki harapan di luar Yesus Kristus. Sayangnya, pekabaran yang kita kirimkan terkadang tampaknya menghakimi, sombong, dan merasa unggul. Mengikuti jejak Yesus, bagaimanakah kita sebagai gereja dapat menunjukkan dengan lebih baik belas kasihan bagi semua orang?
 

Top